Sabtu, 10 April 2010

Mengungkap Fungsi Client Bridge Mode Pada Linksys WRT54GL (firmware dd-wrt)



hmmm... nice sunday, pas banget untuk menulis sebuah artikel baru di blog ini. walaupun cuacanya masih mendung, setelah my beloved district, Barong Tongkok diguyur hujan dari tengah malam hingga menjelang siang.
Ok, gak perlu berbasa basi lagi coz apa yang udah basi gak bakal bisa untuk dimakan :-D. Pada postingan saya kali ini akan membahas fungsi client bridge mode pada Linksys WRT54Gl, yang telah di upgrade firmwarenya menggunakan firmware dari dd-wrt. Disini saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara flashing firmware default dari WRT54GL ke firmware dd-wrt, karena "tata cara perayaan flashing" ini sudah banyak yang menuliskannya di google. silahkan anda bertanya pada uncle google tentang bagaimana upgrade firmware dd-wrt.
saya berasumsi anda telah mengupgrade firmware anda menjadi dd-wrt, dan anda sudah membuka GUI web (dd-wrt configuration) di alamat 192.168.1.1 menggunakan browser kesayangan anda. Pada tab wireles, di bagian basic setting, anda akan mendapati beberapa settingan dasar yang dapat digunakan pada router ini. pada urutan pertama, anda akan melihat pilihan Wireless Mode. Ada berbagai jenis mode yang disupport oleh router dengan harga Rp.550.000,- ini. yaitu salah satunya adalah mode client bridge.

baik, setelah anda memilih mode client bridge anda harus klik pada tombol apply changes untuk merubah settingan. setelah router anda reboot, anda telah beralih menjadi mode client bridge. Oke, kita akan melihat lebih jauh lagi apa saja fungsi-fungsi dari mode client bridge ini; Berdasarkan pengalaman pribadi dan juga hasil googling sana sini, saya menemukan bahwa: fungsi ini akan berguna jika anda ingin melakukan hacking ke sebuah Wireless ISP atau Wireless RT/RW-Net. hmm... menarik bukan? jika mode client bridge diaktifkan, maka pada software/OS management AP (access point) pada penyedia layanan itu, kita (attacker) akan kelihatan sebagai client LAN, bukan sebagai Wireless Client. Nah, apa keuntungan yang didapat dari situ? kita sebagai attacker akan mudah dalam membaca / melihat traffic jaringan dan paket-paket data yang berlangsung pada penyedia layanan wireless tersebut, dengan menggunakan sniffing tools tentunya. sehingga dari pihak penyedia layanan tidak akan curiga dan tidak akan tahu bahwa kita sebenarnya attacker yang sedang memantau lalulintas data dijaringan mereka.
kenapa bisa seperti itu? karena dengan menggunakan mode client bridge, maka akan membuat WRT54GL kita sebagai client base station yang berada dalam satu kelas IP address pihak penyedia layanan. Lain halnya jika anda mengkonfigurasi router anda pada mode client saja, maka kita akan susah membaca traffic jaringan wireless penyedia layanan, karena kartu ethernet LAN kita akan berada dibelakang fungsi router dari WRT54GL.
metode client bridge ini diharuskan mengkonfigurasi kartu ethernet LAN kita dalam satu kelas IP dengan AP penyedia layanan tersebut secara static. kemudian apa saja yang akan kita dapatkan dari kegiatan sniffing kita dengan menggunakan tools seperti etherpeek dan semacamnya? dari kegiatan diatas, kita akan mendapati:
  • dengan mode client bridge, pada WRT54GL yang dihubungkan dengan client berbasiskan OS windows, maka kita dapat memperbanya IP Address, Gateway, serta DNS dalam satu ethernet LAN, khususnya untuk konfigurasi TCP/IP di XP.
  • Sniffing dibelakang mode client bridge ini mampu menampilkan semua IP Address yang sedang menggunakan protokol TCP/UDP, baik itu IP public yang sedang aktif dalam jaringan tersebut.
  • Pemetaan jaringan yang sangat sempurna, yang bisa digunakan untuk mengumpulkan seluruh informasi mengenai mac address yang telah mendapat otorisasi dari pihak penyedia layanan.
  • kemudahan dalam membaca traffic jaringan, sehingga memudahkan kita dalam menentukan kelas IP yang digunakan.
  • memudahkan mencari IP address yang bertindak sebagai proxy, jika penyedia layanan tersebut menggunakan proxy server untuk sharing koneksinya.
dengan fitur client bridge mode yang terdapat pada Linksys WRT54GL, router ini dapat menjadi sebuah mesin hacking yang hebat. tetapi tentunya juga harus digabungkan dengan software-software hacking lainnya. seperti etherpeek, kismet, wireshark, dan berbagai tools hacking lainnya. dengan spesifikasi dan fungsi seperti ini, Linksys WRT54GL ini dapat disejajarkan dengan router-router kelas high end yang berharga jutaan rupiah.
akhir kata, silahkan tanggapi tulisan diatas secara bijak.. saya tidak menganjurkan anda untuk masuk secara ilegal dan membaca traffic data pada jaringan yang bukan merupakan jaringan anda. disini saya hanya sedikit berbagi tentang fungsi client bridge mode pada WRT54GL.
tetapiiiiii... jika anda menyukai hal-hal yang berkaitan dengan hacking jaringan wireless, apalagi jika jaringan tersebut diproteksi dengan kunci WEP atau WPA, mungkin sebuah tulisan mengenai software cracking WEP terbaru dari tetangga sebelah pagar ini dapat menambah wawasan anda.

2 komentar:

YuliusChinoRenzo mengatakan...

Jadi admin dong. Tapi apa dengan mengaktifkan mode client bridge langsung dapat baca ip yng di pake admin waq? Sementara kita dalam posisi nda tau sama sekali ip adminnya. Trus sedikit yang kutau ada isu update ke ddwrt bikin kerja ap linksys jadi sedikit nda stabil.. Betul ya?

Win Hardt mengatakan...

nah iku waq.. ntu dia disini peranan kismet dimaksudkan. jadi untuk memetakan IP address itu tetap menggunakan kismet waq.
untungnya kita pake cliet bridge, kita dapat share lg koneksi yg kita dapat dari ISP itu, ke komputer2 yg kita mau. kalo cuma pake mode client, kita cuma biasa ikut "numpang" internet ja, tapi kita gk bisa share lagi. hebatnya lagi, walaupun kita share koneksinya, address pc client yang berada dibawah WRT54GL tadi, gk terbaca ma ISP yang "ditumpangi".
emang ada kontroversi seputar penggunaan firmware dd-wrt, tapi selama kita melakukan proses flashing dengan benar (2X flashing,yg pertama pake dd-wrt mini, terus upgrade lagi ke dd-wrt generic) jadi disini gak boleh langsung upgrade ke generic.
kalo langsung upgrade ke generic, permasalahannya pasti router minta di restart terus kalo clientnya lebih dari 3. aq udah ngerasakan itu soalnya..

Poskan Komentar

 
Kutai Barat